. . .
Sehijau Coklat*
Karuniakan kepada kami kepekaan, agar saudara kami tiada perlu berteriak saat menyampaikan cinta dalam nasehat, tapi cukup dengan isyarat mata, raut muka, atau bisik kecil yang menggetarkan

Seringkali kita disibukkan dengan sesuatu yang bernafaskan “apa kata orang”…

Sedangkan “apa kata orang” itu belum tentu hal yang benar sesuai dengan “apa kata Allah”

Seringkali kita disibukkan dengan sesuatu yang bernafaskan “apa kata orang”…

Sedangkan “apa kata orang” itu belum tentu hal yang benar sesuai dengan “apa kata Allah”

Seringkali kita disibukkan dengan sesuatu yang bernafaskan “apa kata orang”…

Sedangkan “apa kata orang” itu belum tentu hal yang benar sesuai dengan “apa kata Allah”

greenndyshe:

rainy

Sekaranglah saatnya aku ingin seperti hujan, yang tak pernah mengeluh terlalu sering jatuh. Atas harapan-harapan yang terlampau tinggi namun kehendak lain lebih berkuasa. Ikhlas :’)

Seperti halnya aku dan dia, dia dan mereka, mereka dan kamu, kamu dan siapapun.Tuhan selalu datangkan teman untuk melengkapi bagian-bagian yang tersedia.

Bagian untukmu Tuan, tetap kosong disini. Sedang dibenahi, dirapikan dan diperindah. Agar Tuan nantinya betah menetap dan tinggal selamanya hingga akhir hayat.

Tuan, kapan kau lelah hinggap di tempat yang lain ?
masih berkelana mencari aku.
Temukan aku, Tuan.
Dalam setiap jejak yang kau tinggalkan dan makna hidup yang sesap.
Sementara aku akan mengisi waktu dengan memantaskan diri untuk dijatuhi hatimu, Tuan. 

Lampau WIB. 6 januari 2013

Perpisahan adalah ketika aku memutuskan beranjak dari tarikan nafas yang amat dalam hingga menyesakkan. Lega setelahnya.
Perpisahan adalah pertemuan dengan persinggahan baru atau mungkin tempat selamanya.
Rindu yang sangat harus bersabar adalah rindu berada di hati seseorang.
Aku memang sedang tidak mencintai siapapun, tapi bolehkah aku didekatkan dengan orang-orang yang benar tulus mencintaiku, Tuhan.?
Tuhan, temani aku lebih sering. Agar aku tak lagi merasa harus ditemani karena sepi.
Tuan, nampaknya kita berada di pertengkaran yang salah dan kita tidak tahu mana senjata yang tepat.

Minggu padat soal pendamping :’)

greenndyshe:

Assalammualaikum Tumblr -
lama kita tak bersua yah :’)

Setelah habis tenaga dikuras ikhlas oleh banyak agenda akademik dan non-akademik. Akhirnya barulah bisa feel free aja menuliskan apa yang akhir-akhir ini terpikirkan lama sekali.

Sedang tidak mood untuk segera menyelesaikan laporan KKL. Entah kenapa mungkin karena dari awal sudah kurang total ngerti dari A sampai Z jadilah saya nanti harus tentukan 1 hari untuk benar-benar mengerti semuanya dari akar-akarnya perihal KKL ini. Maaf yah harus ada teman yang saya korbankan untuk mengajari saya nanti.

Acara OLGENAS 2013. Alhamdulillah lancar terpampang nyata ! *udah gitu aja ;)

Sekarang sedang menjalankan amanah baru tahun ini. Benar-benar belajar untuk menjadi seseorang yang akan dilihat banyak orang nantinya, yang akan menjadi figur, salah-salah bersikap nanti dicontoh yang aneh-aneh sama orang.

Aaaaaaa… rasanya itu yah entah kenapa hari ini mau njungkel-njungkel, guling-guling, ketawa ketiwi, teriak, pecicilan sana sini, lari-lari maen sama anak-anak terus foto-foto sepuasnya jalan-jalan. Really really miss my big holidays :’)


Jadi, akhir-akhir ini pula entah kenapa. Lingkungan sedang hangat-hangatnya membahas soal jodoh, taaruf, pernikahan dan segala macamnya. Dan entah kenapa semakin kesini saya malah semakin tertekan padahal loh ya gak ada tuh yang nuntut saya untuk ini itu, mungkin sayanya aja kali yah yang berlebihan. tapi beneran deh ini tuh semacam insting atau emang sudah diatur untuk merasakan ini gak tau juga. Masa yah dalam satu hari beruntut, orang-orang yang dipertemukan dengan saya selelu berinteraksi perihal ini termasuk mamah, orang yang notabene bilang ‘kuliah dibenerin dulu’.

Inget banget dulu jaman-jaman alay lagi labil-labil gitu. Lingkungan sekitar mana ada yang dukung untuk pacaran semua aja nasehatin soal sekolah yang bener dulu yang ini lah itu dan segala macamnya. Dan makin dewasa udah makin ngerti kenapa gak boleh pacaran dan makin kesini makin seloww aja sih soal jodoh dan segala macamnya. Tapi Lingkungan sekarang malah berbanding terbalik makin kesini malah makin menuntut aja. Apa emang sudah waktunya buat mikirin hal-hal ‘masa depan dengan seseorang’ gitu ? Aaaah lagi males mikir soal beginian tapi sekarang makin marak cerita-cerita taaruf yang bikin envy aja. Ditambah sekarang saya yang protect sekali terhadap segala hal yang menyangkut perasaan jadilah saya susah percaya orang dan peka sama orang lain. Kali ini galaunya Alahamdulillah berkualitas kok masalah masa depan. B)

Tambah lagi katanya “Jodoh itu seperti cerminan diri kita sendiri, maka dari sekarang perbaikilah diri untuk jodohmu nanti”
masa iya saya yang masih pecicilan, pontang-panting sana sini, masih slengean, yang masih suka gahoel sama anak-anak tanpa ada tujuan jodohnya ntar dapet yang gitu juga ? ngga kan yah ? Aaaa Aku punya selera tinggi soal Imam di masa depan nanti kok :’) Dan sekarang Alhamdulillah sedang memperbaiki diri sendiri.

Huaaaaaa. Finally sampai detik ini saya masih was-was apa yang terjadi besok dan besoknya lagi. karena nampaknya tahun ini semakin banyak sureprise. Dan semakin iri saya terhadap ukhti-ukhti yang ta’arufnya sukses dan dapet pendamping yang emang tau ta’aruf itu penting pake banget. Masalahnya…. ah ini tulisan gak kelar-kelar, adakah yang mau ngajak saya yang haha hihi hoho ini ta’aruf-an *pesimis. Oke cukup.

Maaf ya, kali ini tulisanku spaming abis.

Bismillah ya.
Allah Maha Tahu apa yang dikehendaki hambaNya. Waktu yang tepat. Kondisi yang tepat. \o.o/ ayee SEMANGAT Semester 4 dulu. Setelah ini cuss langsung kuliah Interpretasi Citra untuk Geomorfologi dan Geologi :’D

Gelooo gua pernah nulis kayak begini tahun 2013 ? Oh men. Haha suram hahaha *ngakak guling-guling*

Jangan biarkan sepi menggerogotimu.

Passionate addict - Saya mencintai permainan kata-kata berperasaan terlalu berlebihan, menyukai awan yang bergantung di langit alunan, hijau dan coklat yang berpendaran, mendoakan kamu dalam-dalam dan mengaminkan 'kita' diam-diam.