. . .
Sehijau Coklat*
Semoga menjadi pencerah Ibu Pertiwi. Membanggakan dan menyayangi bangsa dengan sangat. Aamiin. Selamat Hari Anak Nasional ! :) with Syifa S., Bagus, Riesni, Isyraqi, and Ichigo – View on Path.

Semoga menjadi pencerah Ibu Pertiwi. Membanggakan dan menyayangi bangsa dengan sangat. Aamiin. Selamat Hari Anak Nasional ! :) with Syifa S., Bagus, Riesni, Isyraqi, and Ichigo – View on Path.

Irisan dari pilihan aktif dua insan telah melenyapkan sifat memilihnya. Dan jodoh adalah ketika kamu telah dipilih oleh pilihanmu.
Ada cinta yang nyata setia hadir setiap hari. Tak tega biarkan kau sendiri meski seringkali kau malah asyik sendiri.

...eng...

  • ...bla bla bla bla...
  • M: kamu memang masih anak-anak
  • S: yeee udah lulus ini masih dibilang anak-anak. Udah 20 mam, dua puluh !
  • M: iya tapi belum ada pasangan
  • S: -________-
  • M: Mamah sebelum wisuda udah nikah sama papah...
  • S: teroooossss ?
  • M: <i> *ketawa ngejek* </i>
  • ...
  • Baru beberapa jam di rumah, sudah dibuat <i> jleb </i> Thanks mam =*
Kau jauh…
Never forget your dialogue with God, it is your strength.
Pada akhirnya, yang merasa paling kehilangan adalah yang paling kuat rasa kepemilikannya.
Mengagumimu adalah bagian dari hari-hariku.

alongcamenad:

Oh Allah, when I lose my hopes and plans, help me remember that Your love is greater than my disappointments, and Your plans for my life are better than my dreams.

-Ali Ibn Abi Talib (RA)

(via yasirmukhtar)

Pasangan yang ‘tepat’ itu bukan kerja kita, itu kerja Tuhan.

Tugas kita berusaha jadi hamba. Nanti Dia akan bagi pasangan yang juga berusaha jadi hamba.

Pada akhirnya memang harus kembali pada keluarga yang paling utama, bukan diri sendiri apalagi orang lain.
Sudah berapa keputusan untuk kehidupanmu yang kamu buat sendiri tanpa campur tangan orang tua selama ini ?

Passionate addict - Saya mencintai permainan kata-kata berperasaan terlalu berlebihan, menyukai awan yang bergantung di langit alunan, hijau dan coklat yang berpendaran, mendoakan kamu dalam-dalam dan mengaminkan 'kita' diam-diam.